Tips dan Trik Sederhana Sukses Budidaya Sayuran Hidroponik Skala Hobby.

 

Banyak pertanyaan yang kami jumpai dalam group komunitas hidroponik dari para penghobby hidroponik mengenai hasil praktek budidaya sayuran hidroponik tapi hasilnya kurang optimal. Berikut ini kami coba uraikan tips dan trik sederhana dasar dasar budidaya sayuran hidroponik yang wajib di ketahui.

1. Benih Tanaman

Karakteriatik Benih Tanaman sangat penting untuk ketahui sebelum memulai budidaya sayuran hidroponik. Benih yang akan kita gunakan hendaknya di sesuaikan dengan kondisi lingkungan dimana kita akan melakukan budidaya sayuran hidroponik. Jika kita berada di dataran rendah sebaiknya di pilih jenis tanaman yang cocok untuk tumbuh di dataran rendah sebagai contoh beberapa jenis sawi sawian, kangkung, beberapa jenis selada, melon, cabe dll. Jika di dataran tinggi itu jadi berkah tersendiri buat budidaya sayuran hidroponik karena kebanyakan sayuran bisa tumbuh optimal di dataran tinggi seperti beberapa jenis selada, paprika, tomat dll.
Darimana kita bisa tahu klo benih tsb cocok di dataran rendah, sedang atau tinggi? Ya dari kemasan di dalam benih tsb, biasanya produsen mencantumkan informasi di kemasan benih mengenai rekomendasi benih tsb cocok di dataran rendah, sedang atau tinggi.

2. Sistem Hidroponik

Setelah kita tentukan jenis sayuran apa yang akan di budidayakan, selanjutnya adalah kita tentukan sistem yang akan kita gunakan di sesuaikan dgn jenis sayuran yang akan di budidayakan, utk jenis sayuran daun kita gunakan sistem NFT, DFT atau Rakit Apung sedangkan jenis sayuran buah kita gunakan Drip Irrigation maupun Dutch Bucket. 
Sistem yang akan kita gunakan ini sebaiknya juga di sesuaikan dengan kondisi lingkungan, misal di daerah yang sering mati listrik sebaiknya menggunakan sistem DFT atau Rakit Apung.

3. Air Baku

Paling tidak ada 3 (tiga) item untuk pemula yang harus di ketahui mengenai parameter air baku yang sebaiknya di gunakan untuk budidaya hidroponik yaitu :
- Keasaman Air (pH) yang digunakan adalah 5,5–6,5
- TDS (Total Dissolved Solid) air baku yang di gunakan maksimal 150 ppm (di ukur mengunakan tds meter)
- Suhu air baku idealnya berada dalam range 23–30 derajat Celcius.

4. Sinar Matahari

Sinar Matahari mutlak di perlukan dalam budidaya hidroponik, yang paling optimal adalah minimal 6 jam tanaman mendapatkan sinar matahari untuk proses fotosintesa tanaman. Hidroponik tetap bisa di lakukan tanpa sinar matahari jika di subtitusi dengan menggunakan lampu yang menghasilkan sinar uv, tentunya menambah biaya yang mahal jika menggunakan ini.
Pada proses semai, benih tanaman yang sedang di semai sebaiknya langsung di tempatkan di tempat yang terkena sinar matahari agar tidak terjadi gejala bolting pada tanaman.

5. Sanitasi Lingkungan

Mengendalikan sanitasi pada kegiatan budidaya hidroponik harus dilakukan secara ketat, terutama untuk instalasi, peralatan dan lingkungan sekitar untuk mengurangi kemungkinan terserang hama. Instalasi setelah periode tanam selesai sebaiknya di lakukan sterilisasi.

6. Nutrisi AB MIX Hidroponik

Pada dasarnya nutrisi yang berada di pasaran telah memenuhi syarat untuk hidroponik dengan syarat yaitu: 
- larut dalam air,
- terdapat 12 unsur hara yang di butuhkan tanaman, 
- berimbang komposisi unsur hara yang di butuhkan tanaman
Hal yang penting juga pada periode semai sebaiknya juga langsung di berikan nutrisi dalam EC yang rendah